Kartini dan Makna Emansipasi Wanita - Tidak dapat dipungkiri bahwa ibu kita Kartini memang merupakan sosok yang menjadi Inspirasi bagi wanita Indonesia, begitu banyak hal yang dia lakukan demi yang namanya Emansipasi. Hal ini terlihat dari tulisan-tulisan beliau yang berupa surat-suratnya pada sahabatnya, bahkan melalui bukunya yang berjudul "DOOR DUISTERNIS TOT LICHT" kemudian diterjemahkan ke bahasa indonesia dengan judul HABIS GELAP TERBITLAH TERANG.
“Akan datang juga kiranya keadaan baru dalam dunia bumiputra, kalau bukan oleh karena kami, tentu oleh orang lain, kemerdekaan perempuan telah terbayang-bayang di udara, sudah ditakdirkan…” (Surat R.A. Kartini kepada temannya Zeehandelaar, 9 Januari 1901)
“Bukan hanya suara dari luar saja, suara yang datang dari Eropah yang beradab, yang hidup kembali itu, yang datang masuk ke dalam hati saya, yang jadi sebab saya ingin supaya keadaan yang sekarang ini berubah. Pada masa saya masih kanak-kanak, ketika kata EMANSIPATIE belum ada bunyinya, belum ada artinya bagi telinga saya, serta karangan dan kitab tentang pasal itu masih jauh dari jangkauan saya, telah hidup dalam hati saya suatu keinginan akan bebas, merdeka, berdiri sendiri. Keadaan sekeliling saya memilukan hati, menerbitkan air mata karena sedih yang tidak terkatakan, keadaan itulah yang membangunkan keinginan hati saya itu. Dan karena suara yang datang dari luar yang tiada putus-putusnya sampai kepada saya, keras makin keras jua, maka bibit yang ada dalam hati saya, yaitu perasaan yang merasakan duka nestapa orang lain yang amat saya kasihi, tumbuhlah, sampai berurat berakar, hidup subur serta dengan rindangnya.” (s.d.a, 25 Mei 1899)
Kartini ingin wanita di indonesia ini merdeka dengan jalan "Emansipatie" yang kemudian dikenal dengan istilah emansipasi. Menurut Ibu Ani Bambang yudhoyono seperti dilansir di Merdeka.com (23/4/12), surat yang ditulis RA Kartini itu telah memberikan pesan yang sangat mendalam bagi wanita Indonesia. Salah satunya adalah semangat untuk mengembangkan diri untuk setara dengan kaum laki-laki.
"Perempuan Indonesia agar bisa untuk terus kembangkan diri. Kartini bukan pejuang di medan perang dengan menenteng senjata, tapi yang beliau perjuangkan agar perempuan mendapat masa depan yang lebih baik," kata Ani.
Lebih lanjut dia menyatakan, masih banyak tantangan dan ujian bagi wanita Indonesia. Meski mampu berprestasi, namun kaum perempuan juga masih harus berada di garis kodratnya sendiri.
"Di dalam kultur Indonesia, perempuan juga memiliki garis kodratnya sendiri. Yang mampu berprestasi dan tidak lupakan tugas dan kodratnya di keluarga," tandasnya.
Kartini memang menjadi inspirasi bagi wanita Indonesia masa kini untuk dapat berkembang dan tidak terkekang oleh masalah gender wanita juga bisa berkarier, bahkan sekarang wanita juga dapat menjadi Polisi maupun Tentara, tapi ada satu hal yang tidak boleh dilupakan bahwa Wanita tetaplah sosok penting dalam keluarga sebagai Ibu dari Anak-anaknya dan sebagai Istri dari Suami. Tidak berarti karena Emansipasi Wanita menjadi melupakan kodratnya sendiri sebagai panutan bagi anak-anaknya dan pendamping suami.
Sekian Informasi sederhana namun bermakna mengenai "Kartini dan Makna Emansipasi Wanita" yang dapat kami share melalui artikel ini semoga dapat memberikan manfaat bagi pembaca.
Tags #Artikel #Hari Peringatan
Baca Juga :
Tags #Artikel #Hari Peringatan
Baca Juga :
- Memahami Pemikiran R.A Kartini melalui Tulisan-Tulisannya
- Hari Wanita Sedunia 2013
- Hari Konsumen Nasional 2013
Salam AYO BACA

0 komentar:
Posting Komentar
Silahkan memberikan komentar disini...
Komentar yang mengandung SPAM atau yang kontennya berbau SARA serta PORNOGRAFI akan dihapus oleh admin.
Terima Kasih